Sabtu, 26 September 2009

Lintas Alam Mendaki Gunung kawi

Suka tantangan? sering melintas alam bebas? ada lokasi yang sangat menantang di Gunung Kawi, Kabupaten Blitar. Lokasi pedesaan, masih alami dan sangat menantang. Area terjal dan tebing batu yang curam, tapi jika sudah sampai di atas ada air terjun yang amat indah. Mau mencoba Ayoooo!! aku siap antar sampai tujuan, "Gratis" hehehe20x



picture lengkapnya di sini (maaf pembaharuan) tunggu

Kamis, 24 September 2009

Buddhisme Mendapatkan Penghargaan Sebagai "Agama Terbaik di Dunia"

Sungguh menarik membaca bahwa Agama Buddha mendapatkan penghargaan sebagai 'Agama Terbaik di Dunia'.

15 Juli 2009, Tribun de Geneve

Koalisi International berdasarkan Jenewa untuk Kemajuan Agama dan Spiritualitas (The Geneva-based International Coalition for the Advancement of Religious and Spirituality- ICARUS) telah memberikan penghargaan kepada Komunitas Buddhis sebagai 'Agama Terbaik di Dunia' tahun ini.

Penghargaan khusus ini dipilih dalam suatu pertemuan internasional dengan lebih dari 200 pemimpin keagamaan dari semua bagian spectrum spiritual. Sangatlah mengagumkan untuk dicatat bahwa banyak pemimpin keagamaan lebih memilih Agama Buddha daripada agama mereka sendiri. Meskipun pengikut Buddha hanyalah sebagian kecil dari anggota ICARUS.

Berikut ini empat komentar dari anggota pemilih.

Jonna Hult, Direktur Riset ICARUS mengatakan 'Tidaklah mengejutkan bagi saya bahwa Agama Buddha mendapatkan penghargaan sebagai Agama Terbaik di Dunia, karena kita tidak dapat menemukan satu kejadian perang pun yang dilakukan atas nama Agama Buddha. Dibandingkan dengan agama-agama lain yang sepertinya menyimpan sepucuk senapan dalam almarinya untuk dipergunakan apabila Tuhan membuat suatu kesalahan, kita bahkan sulit menemukan seorang umat Buddha yang pernah menjadi tentara. Orang-orang ini melaksanakan hal yang telah mereka ceramahkan sehingga kita tidak lagi bisa menyetarakannya dengan tradisi spritual lainnya.

Seorang pastur Katholik, Romo Ted O`Shaughnessy mengatakan dari Belfast, "Sebagaimanapun saya mencintai Gereja Katholik, saya selalu terganggu karena kita mengajarkan cinta kasih seperti yang terdapat dalam kitab suci namun kemudian mengatakan bahwa kita menyatakan mengetahui kehendak Tuhan saat kita membunuh sesama manusia. Untuk alasan itulah saya harus menjatuhkan pilihan saya kepada Agama Buddha.

Seorang pemimpin Muslim Tal Bin Wassad menyetujui dari Pakistan melalui penerjemahnya, "Meskipun saya seorang Muslim yang taat, saya dapat melihat sedemikian banyak kemarahan dan pertumpahan darah yang disalurkan sebagai ungkapan keagamaan daripada berhubungan dengan urusan pribadi."
"Umat Buddha telah memecahkan masalah itu", lanjut Bin Wassad, anggota ICARUS yang memberikan suara untuk kelompok Muslim Pakistan, "Sebenarnya, sebagian teman akrab saya adalah umat Buddha."

Rabbi Shmuel Wassertain mengatakan dari Jerusalem, "Tentu saja saya mencintai Agama Yahudi, dan saya pikir itulah agama terhebat di dunia. Namun, sejujurnya sejak tahun 1993 saya telah melaksanakan meditasi Vipassana setiap hari sebelum minyan (doa sehari-hari umat Yahudi). Jadi saya mengerti hal itu."

Bagaimanapun juga ada satu masalah, ICARUS tidak dapat menemukan seorang pun untuk menerima penghargaan itu. Semua umat Buddha yang mereka hubungi tetap mengatakan menolak penghargaan itu.

Ketika ditanya alasan kolompok Buddhis Birma menolak penghargaan tersebut, bhikkhu Ghurata Hanta mengatakan dari Birma,"Kita berterima kasih atas pernyataan tersebut, namun kita memberikan penghargaan itu untuk semua umat manusia, karena sifat keBudhaan berada dalam setiap diri kita."

Groehlichen kemudian berkata "Kita akan terus menghubungi semua fihak sehingga kita menemukan seorang umat Buddha yang mau menerimanya, Kita akan memberitahukan kepada Anda apabila kita telah menemukannya."

Sumber : Internet ( blog.beliefnet.com )
Search dengan Google : "The Geneva-based International Coalition for the Advancement of Religious and Spirituality (ICARUS)"

Alih bahasa : Levy Chandra, USA
Editor : B. Uttamo

Alam Semesta


Dapat dikatakan, hampir setiap agama memiliki mitos yang mencoba menerangkan asal dan segi-segi alami dari alam semesta. Mesir kuno mempercayai bahwa Dewa Khnumm menciptakan alam-semesta kemudian membuat manusia dari tanah liat, lalu Dewi Hathor meniupkan hidup kepada mereka. Yunani kuno mempercayai, bahwa segala sesuatu dibuat oleh Oceanus, air yang pertama. Yahudi kuno serta kaum Kristen memiliki dua legenda penciptaan, keduanya tercatat di kitab Bible. Yang pertama mengatakan, bahwa Hebrew menciptakan alam semesta serta terang dan gelap pada hari pertama, air dan daratan kering pada hari ke dua, semua tumbuhan pada hari ke tiga, matahari dan bulan serta bintang-bintang pada hari ke empat, semua burung dan hewan pada hari ke lima, lalu laki-laki dan wanita pertama pada hari ke enam.  Legenda penciptaan yang ke dua menyebutkan bahwa Tuhan membuat bumi, lalu laki-laki pertama, lalu tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, lalu terakhir seorang wanita. Cina kuno mempercayai P'an Ku memahat alam-semesta yang sebelumnya berantakan, setelah mati tulangnya berubah menjadi bukit, dagingnya menjadi tanah, giginya menjadi kandungan logam dan seterusnya, keseluruhan kejadian itu berjalan selama 18.000 tahun. Pula, setiap agama mempunyai pemahaman yang berbeda menyangkut umur dan luas alam semesta, tapi kebanyakan masih dalam jangkauan manusia. Kitab Bible, misalnya menunjukkan bahwa alam semesta berumur beberapa ribu tahun. Sesuai pergantian zaman lalu mitos dan legenda, kemudian terganti oleh penelitian alam semesta ilmiah yang moderen.
Perkembangan dari Ilmu Fisika moderen saat ini telah sampai pada kesimpulan bahwa alam semesta tidak berawal secara serentak. Alam semesta secara berkesinambungan berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, terbentuk dan hancur, suatu proses tanpa awal dan akhir. Dengan sendirinya, bila dinyatakan, bahwa bila alam semesta berawal secara serentak, maka diperlukan energi awal yang terjadi dari sesuatu yang tidak ada, dan hal ini jelas bertentangan dengan kaidah ilmu pengetahuan.
Sang Buddha berpendapat, bahwa alam semesta, yang disebut Beliau sebagai Samsara, adalah tanpa awal. Beliau bersabda:

Tidak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan, berpindah dari kelahiran ke kelahiran, terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui.

Para pakar ilmu pengetahuan sekarang meyakini, bahwa alam semesta adalah suatu sistim yang berdenyut, yang setelah mengembang secara maksimal, lalu menciut dengan segala energi yang ditekan pada suatu bentukan masa; sedemikan besar sehingga menyebabkan ledakan, yang disebut sebagai "big bang", yang berakibat pelepasan energi. Pengembangan dan penciutan alam semesta berlangsung dalam kurun waktu milyaran tahun. Sekali, lagi, Sang Buddha telah memaklumi pengembangan dan penciutan alam semesta. Beliau bersabda:

Lebih awal atau lebih lambat, ada suatu waktu, sesudah masa waktu yang sangat panjang sekali alam semesta menciut ....... Tetapi lebih awal atau lebih lambat, sesudah masa yang lama sekali, alam semesta mulai mengembang lagi.

Penemuan teleskop konvensional dan teleskop radio belakangan kemudian, telah memungkinkan para ahli astronomi untuk mengetahui tidak saja asal dan sifat alami dari alam semesta, tapi juga susunannya. Diketahui sekarang, bahwa alam semesta terdiri dari sekian milyar bintang, planet, asteroid dan komet. Semua benda langit tersebut berkelompok dalam bentuk cakram atau spiral yang disebut galaksi. Planet bumi kita hanya satu titik kecil yang terdapat pada suatu galaksi yang diberi nama Bimasakti (Inggeris: Milky Way). Bimasakti atau Milky Way terdiri atas kurang lebih 100 milyar bintang dengan jarak dari ujung ke ujung 60.000 tahun cahaya. Telah diketahui pula bahwa galaksi-galaksi di alam semesta ini tersusun berkelompok. Kelompok galaksi dimana Bimasakti kita berada terdiri dari dua lusin galaksi; kelompok lain, kelompok Virgo misalnya terdiri dari ribuan galaksi.
Dibalik kenyataan; bahwa tata surya, galaksi, dan kelompok galaksi baru diketahui di dunia Barat setelah penemuan peralatan canggih; maka ternyata kitab suci Agama Buddha telah banyak menyebutkan hal tersebut ribuan tahun sebelumnya. Penganut agama Buddha sejak zaman dahulu telah menggambarkan galaksi sebagai berbentuk spiral. Istilah dalam bahasa Pali untuk galaksi adalah "cakkavala"; yang berasal dari kata "cakka", yang berarti cakram / roda. Sang Buddha secara sangat jelas dan tepat menggambarkan kelompok-kelompok galaksi, yang oleh para ilmuwan baru ditemukan. Beliau menyebutnya sebagai sistim dunia (lokadhatu) dan menambahkan perbedaan dalam ukurannya: sistim dunia ribuan-lipat, sistim dunia puluhan ribu-lipat, sistim dunia besar, dan seterusnya. Beliau menyebutkan sistim dunia terdiri dari ribuan matahari dan planet, walau sebenarnya oleh para ahli astronomi menyebutnya sebagai jutaan.

Sejauh matahari-matahari dan bulan-bulan berputar, bersinar dan memancarkan sinarnya ke angkasa, sejauh itu pula sistim dunia ribuan-lipat. Didalamnya terdapat ribuan matahari, ribuan bulan.

Dahulu, dalam waktu yang sangat lama, manusia tidak dapat membayangkan luas alam-semesta baik dalam satuan waktu maupun ruang untuk dapat memahami asal dan luas alam-semesta. Pemikiran saat itu terbatas serta terikat ke pemahaman dunia semata. Didalam Bible misalnya, dipahami bahwa seluruh alam-semesta diciptakan dalam enam hari dan penciptaan itu terjadi barulah beberapa ribu tahun lalu.
Saat ini, para ahli astronomi menghitung bintang dalam satuan ribuan-milyar dan mengukur jarak alam semesta dalam satuan tahun cahaya; satu tahun cahaya adalah jarak yang dapat ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Manusia zaman dulu jelas tidak dapat membayangkan dimensi seperti itu. Sang Buddha, adalah pengecualian. Kebijaksanaan-Nya, yang tak terbatas, dapat memahami konsep dari alam semesta yang tak terbatas. Beliau menyebut adanya "daerah gelap, hitam, kelam diantara sistim-sistim dunia, sedemikian rupa hingga cahaya matahari dan bulan sekalipun tak dapat mencapainya .......". Waktu yang diperlukan untuk terbentuk dan hancurnya sistim dunia sangatlah panjang; diperlukan sangat banyak 'kappa' (sebagai satuan waktu) untuk itu. Sewaktu Sang Buddha ditanya tentang panjang kurun waktu satu kappa, Beliau menjawab:

"Sangat panjang kurun waktu satu kappa. Tak dapat diperhitungkan dengan tahun, abad ataupun ribuan abad". "Bila demikian, Guru, dapatkah dengan menggunakan perumpamaan?"
"Dapat. Bayangkan bongkahan suatu gunung besar, tanpa retak, tanpa celah, padat, berukuran panjang 1 mil, lebar 1 mil dan tingginya juga 1 mil. Lalu bayangkan setiap seratus tahun ada seorang datang menggosoknya dengan sepotong sutra Benares. Maka, akan lebih cepat bukit itu habis tergosok dari pada suatu kappa berlalu. Pula ketahuilah, lebih dari satu, lebih dari ribuan, lebih dari ratusan ribu kappa, sebenarnya telah berlalu"

Disini terlihat, betapa Sang Buddha menggunakan perumpamaan seperti diuraikan diatas untuk memberi gambaran tentang "jarak ruang dalam satuan waktu"; sama halnya para ahli astronomi saat ini menggambarkan "jarak-jarak di angkasa luar dengan menggunakan satuan tahun cahaya".

Namun, Sang Buddha menyebut tentang asal dan perluasan alam semesta hanya sepintas lalu. Beliau tidak menganggap, bahwa berteori dan berspekulasi tentang hal tersebut, adalah lebih penting dibanding masalah utama kita, yakni mengakhiri penderitaan dan mencapai kebahagiaan Nibbana (Sansekerta: Nirwana). Ketika seorang sekali waktu mendesak Sang Buddha untuk menjawab pertanyaan tentang luasnya alam semesta, Sang Buddha membandingkan keadaan orang tersebut sebagai seorang yang terkena panah beracun, namun menolak diobati dan dicabuti anak panah tersebut, sebelum orang tersebut mengetahui secara jelas siapa yang melepaskan anak panah tersebut. Sang Buddha, lalu bersabda:

Menjalani hidup yang suci tak dikatakan tergantung apakah alam semesta ini terbatas atau tidak, atau keduanya atau tidak keduanya. Sebab apakah alam semesta ini, terbatas atau tidak; tetaplah ada kelahiran, tetap ada usia-lanjut, tetap ada kematian, kesedihan, penyesalan, penderitaan, keperihan dan keputusasaan; dan untuk mengatasi semua itulah semua yang Saya ajarkan.

Sangat jelas, dengan hanya berbekal pengetahuan tentang bagaimana alam-semesta terjadi, kita tidak akan dapat mengatasi penderitaan, pula tidak akan dapat mengembangkan kemurahan hati, kebajikan dan cinta kasih. Buat Sang Buddha pertanyaan menyangkut hal-hal ini adalah jauh lebih penting dari pada spekulasi tentang asal-mula alam semesta.

Walau demikian, konsep Sang Buddha tentang alam-semesta yang sangat tepat dan maju, menyebabkan kita bertanya dalam diri; bagaimana bisa Beliau mengetahui semua ini. Bagaimana mungkin seorang mengetahui tentang berkelompoknya Bimasakti dan bahwa Bimasakti itu berbentuk spiral, jauh sebelum penemuan teleskop? Bagaimana Dia, yang hidup di zaman lampau demikian menghayati ke-takterbatasan waktu dan ruang? Jawaban satu-satunya yang mungkin ialah karena, Beliau, sebagai yang disebut oleh Beliau sendiri, adalah Buddha yang telah mencapai Pencerahan (Inggeris: enlightenment). Batin-Nya demikian sempurna, bebas dari prasangka dan kekhayalan yang biasanya mengabuti batin orang biasa, pengetahuannya telah berkembang diluar kemampuan manusia biasa. Sang Buddha menyatakan diri-Nya sebagai "pengenal alam-semesta" (lokavidu), dan pernyataan Beliau memang terbukti kebenarannya


Sumber Samaggi Phala

           

Rabu, 23 September 2009

Investasi murah sambil beramal

Mencari uang di internet, adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan keseriusan. Bayak di antara kita yang mencoba mengadu nasip di dunia maya ini, mulai dari PTC, PTR, PTP baik yang lokal maupun manca negara. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penjualan produk-produk ilegal serta menerapkan system  berantai. Tak sedikit pula yang ditawarkan, mulai yang sederhana hingga yang kelas tinggi, semua ditawarkan untuk menambah penghasilan, memupuk harta-benda dan kekayaan buat kita. Apakah semua itu benar? jawabannya tentu kembali ke pada kita masing-masing, sudah berapa banyak yang kita dapatkan (rupiah / dolar).

jika anda sudah begitu banyak mendapat penghasilan dari dunia maya, alangkah baiknya jika kita sedikit mengingat ajaran agama di mana semua agama mengajarkan kepada kita untuk menyisihkan sedikit penghasilan kita untuk berdana / beramal. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang saat ini kekurangan. Anda mau?
Jika jawabannya ia (mau), cobalah menengok program saya ini "amal10ribu"


amal10ribu

saya menawarkan Investasi murah, mencari penghasilan dari internet sekaligus menyisihkan sedikit untuk beramal (berdana). Bisa buat penggalian dana untuk RA-TPA-TPQ, SMB, tempat ibadah dan lain-lain.
sistem sederhana dan terbuka.

jika tertarik cobalah segera berkunjung di sini dan pelajari selengkapnya.

salam sukses selalu

Percepat akses internet dengan TuneUp2009

Siapa yang tidak kenal TuneUp, dari versi lama hingga yang terbaru. Mungkin sudah banyak mengenal "TuneUp Utility 2009" tak banyak yang saya ceritakan tapi satu hal yang mungkin dapat menjadikan gambaran, bahwa TuneUp 2009 ini mampu mendongkrak kecepatan akses internet hingga 30%.
ingin mencoba? silahkan download di sini.

setelah download segera instal di computer anda.
setelah selesai mari lakukan optimalisasi speed!
1. membuka program speed optimizer


2. setelah ke buka cobalah melakukan seting di sini.



pada internet access pilih "mobile telepone network"
pada  koneksi pilih "GPRS (2G, 2,5G)"
kemudian tekan "OK"

nah tunggu beberapa saat optimizer dalam proses.


Restart computer anda!
selamat optimalisasi anda sukses!
sekarang cobalah untuk membuka browser anda lagi dan rasakan bedanya.
ini adalah contoh test kecepatan yang udah aku lakukan.






sedang ini adalah contoh kecepatan download mempergunakan "Orbit"



selamat mencoba

Windows Xp rasa Vista

Ingin tampilan Windows Xp anda terlihat seperti layaknya windows vista, dari mulai stat, tampilan hingga semua icon. pengoperasian mudah tinggal install dan jalankan. ada satu kelebihan dari program ini jika ingin kembali ke tampilan aslinya (Windows xp) kita tidak perlu melakukan Uninstall.





Download disini

selamat mencoba

Sabtu, 19 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430H


Buat seluruh teman-teman Blogger

" Mohon maaf lahir dan batin "
!!! Semoga Sukses Selalu !!!